16 Guru BK Mengikuti Pelatihan Fasilitator Daerah 7 Jurus BK Hebat Provinsi Jawa Timur


7 Jurus BK Hebat merupakan program Kemendikdasmen sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. 

Sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK), diperlukan wadah pengembangan kompetensi bagi guru BK agar mampu menerapkan 7 Jurus BK Hebat secara efektif dalam memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik, mengelola emosi, menumbuhkan resiliensi, membangun kolaborasi, serta menciptakan ekosistem yang aman, nyaman dan menggembirakan. 

Menyadari pentingnya hal tersebut, Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur menginisiasi kegiatan Pelatihan Fasilitator Daerah  (Fasda) 7 Jurus BK Hebat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 Tahap 3 yang diikuti para guru BK jenjang SMP/SMA/SMK di Jawa Timur.

Dalam kegiatan ini, komunitas MGBK SMA Kab. Jember mengirimkan 16 perwakilan Guru BK untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan mulai 13 s.d 16 Oktober 2025, bertempat di Harris Hotel & Convention Surabaya. 

Adapun ke 16 Guru BK tersebut yaitu : 

  1. Rahma Wahananingtias (SMAN 1 Jember)
  2. Tia Wahyu Lestari (SMAN 1 Jember)
  3. Ahmad Fauzi (SMAN 1 Kencong)
  4. Dinira Ayu Isyahna (SMAN 2 Jember)
  5. Muhtadin (SMAN 2 Tanggul)
  6. Dodik Wahyu Triyono (SMAN 3 Jember)
  7. Muhammad Husnan Sarofi (SMAN 3 Jember)
  8. Sobi Mardiyas (SMAN 4 Jember)
  9. Sugianto (SMAN 5 Jember)
  10. Hiqmi Ferdiansyah (SMAN Ambulu)
  11. Desy Dwilestari (SMAN Arjasa)
  12. Muhammad Humaidi (SMAN Balung)
  13. Ni Wayan Dias Nityarati Yunanda (SMAN Pakusari)
  14. Achmad Fawaiq Abdurrohman (SMAN Pakusari)
  15. Arif Eksan Fauzi (SMAN Pakusari)
  16. Dae Arnil Sura (SMAN Plus Sukowono)

Tidak seperti pelatihan-pelatihan sejenis yang terasa membosankan dan jenuh. Dengan menerapkan penyampaian materi model ARKA (Aktifitas, Refleksi, Konseptualisasi, Aplikasi) ditambah dengan mahirnya Narasumber (Fasilitator Nasional) dalam membawakan materi membuat pelatihan Fasda BK Hebat ini terasa begitu asyik dan menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman dan ilmu yang luar biasa sebagai bekal untuk mengoptimalkan layanan BK di sekolah. 

Selepas pelatihan ini para peserta yang kemudian disebut Calon Fasda melakukan tahap On The Job Learning untuk  mengimplementasikan hasil pelatihannya melalui praktik baik di sekolah masing-masing. Kegiatan pelatihan ini kemudian diakhiri dengan pengumpulan laporan kegiatan OJL yang secara keseluruhan akan dilakukan penilaian untuk menentukan status kelulusan para Calon Fasda.